KOALA SI WOLU
Kompos Alami SMP Negeri 8 Probolinggo dari limbah daun dan sisa makanan.
PROBOLINGGO — SMP Negeri 8 Kota Probolinggo mulai menguji coba inovasi pengelolaan sampah organik bertajuk KOALA SI WOLU (Kompos Alami SMP Negeri 8 Probolinggo) pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Inovasi ini mengolah limbah daun kering dan sisa makanan dari lingkungan sekolah menjadi kompos alami, sekaligus dirancang sebagai wahana pembelajaran sains, penguatan karakter, dan kewirausahaan yang melibatkan seluruh murid secara inklusif.
Koordinator sekaligus inisiator program, Rafi Iqbal Rahmatulloh, S.Pd., mengatakan inovasi ini lahir dari persoalan limbah organik yang selama ini dibiarkan menumpuk di lingkungan sekolah, sementara pembelajaran sains tentang daur ulang materi organik masih bersifat teoretis dan kurang melibatkan murid secara aktif.
"Karakter murid kami cenderung aktif secara fisik dan kurang tertarik pada pembelajaran teoretis di dalam kelas, jadi kami butuh pendekatan belajar yang bergerak, konkret, dan bermakna, bukan sekadar membaca teori," ujar Rafi.
Ia menambahkan, persoalan sampah organik juga menjadi tantangan di tingkat kota. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bestari di Jalan Anggrek menerima sekitar 70 ton sampah per hari, sementara total timbulan sampah kota diperkirakan mencapai 144 ton per hari, sehingga pengurangan sampah dari sumber, termasuk dari sekolah, menjadi penting untuk digalakkan.
Belajar Sains sambil Bergerak
Rafi menjelaskan, melalui KOALA SI WOLU limbah organik dikumpulkan, dipilah, dan diolah secara terjadwal oleh Kader KOALA SI WOLU menjadi kompos alami melalui siklus experiential learning yang menggerakkan fisik murid. Setiap murid, termasuk yang berkebutuhan atau berkemampuan belajar beragam, memperoleh peran bermakna sesuai potensinya, mulai dari kegiatan fisik, pencatatan jurnal sains, hingga pemasaran.
"Murid belajar sambil bergerak, mulai dari mengumpulkan, mencampur, memantau, hingga mengemas dan memasarkan kompos. Program ini juga inklusif, setiap murid mendapat peran bermakna sesuai potensinya, baik pada kegiatan fisik, pencatatan, maupun pemasaran," jelas Rafi, inisiator di balik program KOALA SI WOLU.
Kader KOALA SI WOLU dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pengumpulan limbah hingga pengolahan kompos.
Empat Tahapan Pengolahan Kompos
Pelaksanaan KOALA SI WOLU mencakup empat tahapan utama dalam satu siklus tahun pelajaran, mulai dari pengumpulan dan pemilahan limbah, pengomposan dengan metode ember tumpuk/takakura disertai pengamatan sains oleh murid, pemanenan dan pengemasan kompos matang, hingga promosi dan penjualan produk kompos kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Alur bagi Kader KOALA SI WOLU:
- Mengumpulkan dan memilah limbah daun kering serta sisa makanan secara terjadwal.
- Mengolah limbah dengan metode ember tumpuk/takakura serta penambahan dekomposer.
- Mencatat jurnal pengamatan suhu, kelembapan, warna, dan tekstur kompos setiap minggu.
- Memanen, mengayak, dan mengemas kompos matang yang siap dimanfaatkan.
- Mempromosikan dan menjual kompos kepada warga sekolah serta masyarakat sekitar.
Alur bagi Murid Peserta:
- Bergabung dalam kelompok sesuai peran dan potensi masing-masing, termasuk murid berkebutuhan khusus.
- Ikut serta dalam kegiatan fisik pengumpulan dan pengolahan limbah organik.
- Mengisi jurnal pengamatan sains sebagai bagian dari pembelajaran dekomposisi.
- Belajar dasar kewirausahaan lewat pengemasan, penetapan harga, dan promosi kompos.
- Mencatat modal, harga jual, dan keuntungan sederhana dari hasil penjualan.
Dampak Nyata bagi Sekolah dan Lingkungan
Rafi menyebut, KOALA SI WOLU turut memperkuat program lingkungan hidup (Adiwiyata) sekolah sekaligus menyediakan pupuk alami secara mandiri untuk kebun sekolah, sementara bagi masyarakat sekitar, program ini membuka akses terhadap kompos alami dengan harga terjangkau.
"Program ini memadukan sains, kewirausahaan, dan karakter 7KAIH sekaligus dalam satu siklus kegiatan tahunan. Hasil kompos juga kami manfaatkan untuk kebun sekolah dan dijual ke warga sekitar, jadi ini benar-benar siklus produksi-manfaat yang nyata, bukan sekadar proyek sekolah," kata Rafi.
Ia berharap KOALA SI WOLU dapat terus berjalan melalui regenerasi Kader setiap tahun dan menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah organik berbasis sekolah yang bisa direplikasi oleh satuan pendidikan lain di Kota Probolinggo.
Layanan dan Informasi Lebih Lanjut
Masyarakat maupun sekolah lain yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai inovasi KOALA SI WOLU dapat mengakses informasi resmi SMP Negeri 8 Kota Probolinggo melalui kanal berikut:
- Website: smpn8prob.sch.id
- Alamat Sekolah: Jl. Salak No. 137, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo
- Email: smpn8.prob@gmail.com
- Media Sosial: @smpn8probolinggo