PROBOLINGGO – Guna menyongsong tantangan dunia pendidikan modern di era digital yang dinamis, SMP Negeri 8 Probolinggo menggelar kegiatan penguatan kapasitas tenaga pendidik. Melalui tajuk "Berbagi Praktik Baik tentang Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)", kegiatan inovatif ini diselenggarakan secara tatap muka pada hari Selasa, 2 Juni 2026. Bertempat di ruang pertemuan sekolah, agenda ini diikuti oleh seluruh dewan guru dengan penuh komitmen serta semangat belajar yang tinggi.

Kepala SMP Negeri 8 Probolinggo, Andik Sasmitro, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan dan arahannya menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam kurikulum sekolah. Beliau menyampaikan instruksi tegas agar para guru peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian workshop ini dengan seksama. Target utamanya adalah agar para pendidik mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial mulai tahun ajaran 2026/2027 mendatang. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa model pembelajaran yang disajikan senantiasa berpihak pada kebutuhan tumbuh kembang siswa.

Lebih lanjut, Andik Sasmitro memaparkan bahwa kemajuan pesat di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara mutlak menuntut guru untuk menjadi lebih inovatif dalam merancang strategi pembelajaran. Kreativitas guru dalam mengintegrasikan teknologi modern akan menjadi kunci utama agar aktivitas belajar di kelas tetap menarik, interaktif, dan diminati oleh para siswa di generasi digital native ini.

Sebagai narasumber utama, pihak sekolah mendaulat Ibnu Wahyudi, S.Kom., M.M.Pd., yang merupakan guru ahli informatika di SMP Negeri 8 Probolinggo. Dalam sesi presentasinya, Ibnu mengawali materi dengan mengajak seluruh peserta melakukan telaah kritis terhadap Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang telah dibuat oleh masing-masing guru. Selanjutnya, ia mengaitkan materi KKA secara logis dengan kompetensi dasar kurikulum, yang dilanjutkan dengan pemaparan konkret mengenai praktik baik yang pernah sukses dilaksanakan pada mata pelajaran informatika di sekolah tersebut.

Tidak berhenti pada teori, Ibnu bersama-sama dengan guru peserta secara interaktif menggali dan menganalisis bagaimana implementasi teknis KKA pada masing-masing mata pelajaran spesifik yang diampu oleh setiap guru. Sesi diskusi interaktif ini membuka wawasan baru bagi para pendidik lintas mata pelajaran.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini, setiap guru diwajibkan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran komprehensif yang memuat capaian pelajaran KKA agar dapat diimplementasikan secara matang di tahun ajaran mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan sangat lancar.