– Guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mandiri dalam menghadapi potensi risiko kebencanaan, SMP Negeri 8 Probolinggo mengambil langkah proaktif. Kepala SMP Negeri 8 Probolinggo, Andik Sasmitro, S.Pd., M.Pd., secara resmi menugaskan salah satu guru terbaiknya, Suyono, S.Pd., untuk mengikuti kegiatan Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan secara luring di Kota Probolinggo.

dokumentasi kegiatan
dokumentasi kegiatan

Kegiatan krusial yang mengusung tema kesiapsiagaan ini dirancang khusus menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang menekankan pada paparan materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung. Acara ini menghadirkan jajaran narasumber dan fasilitator kompeten, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, S.K.M., M.Si., serta perwakilan dari BPBD Kota Probolinggo, Eko Yudha Hadi M.

Kepala SMP Negeri 8 Probolinggo, Andik Sasmitro, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pendampingan ini merupakan visi jangka panjang sekolah.

"Melalui pendampingan SPAB ini, sekolah diharapkan mampu bertransformasi dari sekadar tempat belajar menjadi benteng pertahanan yang aman, nyaman, serta mandiri saat bencana terjadi. Dengan demikian, kita dapat meminimalisir kerugian materiil dan yang terpenting adalah mencegah timbulnya korban jiwa," ungkap Andik Sasmitro dengan penuh optimisme.
— Andik Sasmitro, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 8 Probolinggo

Selama jalannya pelatihan luring, Suyono, S.Pd. tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Jadwal intensif yang tercantum dalam Rundown kegiatan memperlihatkan berbagai agenda penting, mulai dari kebijakan SPAB, implementasi integrasi pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum, manajemen kedaruratan seperti penyusunan Prosedur Tetap (Protap) sekolah, hingga transformasi prosedur menjadi perilaku melalui panduan praktis simulasi mandiri.

Suyono menyimak dan menyerap seluruh materi dengan saksama agar dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat satuan pendidikan SMP Negeri 8 Probolinggo. Berdasarkan dokumentasi visual kegiatan, para peserta, termasuk utusan dari SMP Negeri 8 Probolinggo, terlibat aktif dalam kerja kelompok memetakan denah sekolah dan jalur evakuasi darurat menggunakan media kertas manila. Keaktifan tersebut berlanjut pada sesi presentasi kelompok di depan forum, di mana perwakilan peserta memaparkan hasil analisis kerentanan dan rencana kontinjensi sekolah mereka.

Semangat kebersamaan juga teberas kuat dalam sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan fasilitator SPAB Jatim yang kompak mengenakan rompi khusus, menandakan komitmen kolektif yang solid demi keselamatan anak bangsa.

Sekembalinya dari pelatihan ini, Suyono, S.Pd. membawa misi besar untuk menyebarluaskan ilmu kebencanaan tersebut. Ia optimis bahwa program ini akan berjalan sukses jika didukung penuh oleh seluruh ekosistem sekolah.