PROBOLINGGO – Dalam upaya mendongkrak capaian prestasi siswa sekaligus mematangkan arah edukasi yang adaptif terhadap dinamika zaman, SMP Negeri 8 Probolinggo bergerak cepat menggelar workshop "Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum" untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan krusial ini berlangsung khidmat pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di lingkungan sekolah. Acara ini dihadiri secara aktif oleh segenap dewan guru, staf, komite sekolah, serta Pengawas Pembina Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.

Berdasarkan agenda kegiatan, rangkaian workshop dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 WIB dengan proses registrasi dan pembukaan resmi oleh panitia. Memasuki sesi utama, hadir Pengawas Pembina, Dra. Agus Windarti, M.Pd., yang memberikan penguatan materi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) sekaligus memandu refleksi mandiri satuan pendidikan. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sekolah memetakan karakteristik uniknya agar kurikulum yang dihasilkan benar-benar berdampak langsung pada mutu lulusan.

Sesi yang menjadi pusat perhatian terjadi saat Kepala SMP Negeri 8 Probolinggo, Andik Sasmitro, S.Pd., M.Pd., naik ke podium sebagai narasumber untuk memaparkan visualisasi besar sekolah. Andik Sasmitro secara gamblang membedah indikator ketercapaian visi sekolah, yaitu: "Terwujudnya Insan yang Berakhlak mulia, unggul dalam prestasi, dan peduli lingkungan."

Salah satu poin paling inovatif dan menjadi pembenaran logis (justifikasi) dalam dokumen kurikulum baru ini adalah penegasan mengenai Kemitraan Ekstrakurikuler Olahraga dan Seni. Menurut Andik, untuk melejitkan potensi non-akademik siswa di bidang olahraga dan seni, sekolah harus keluar dari pola konvensional dan berani melakukan terobosan manajemen.

"Inovasi kemitraan ekskul ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari strategi pencapaian visi prestasi yang sah dan masuk dalam dokumen KSP kita. Kita menargetkan jalinan kerja sama formal (MoU) dengan minimal 5 organisasi atau induk cabang olahraga resmi, seperti PSSI, PBVSI, Perbasi, Aquatik, PASI, maupun IPSI. Dengan melibatkan mentor profesional dan pelatih berlisensi dari luar, pembinaan bakat khusus anak-anak kita akan jauh lebih terarah, disiplin, dan kompetitif," tegas Andik Sasmitro di hadapan para peserta workshop.

Langkah taktis ini diambil bukan tanpa target yang jelas. Melalui pembenaran program kemitraan tersebut, SMPN 8 Probolinggo secara berani mematok target tinggi, yakni mendulang minimal 10 medali atau piagam penghargaan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), FLS3N, maupun berbagai kejuaraan resmi di tingkat kota hingga provinsi setiap tahunnya.

Selain bidang olahraga, inovasi kurikulum ini juga menyentuh aspek literasi modern melalui integrasi logika pemrograman (coding) dan berpikir komputasional ke dalam modul ajar seluruh mata pelajaran, sebuah langkah konkret menyiapkan kecakapan abad ke-21 bagi siswa.

Tidak ketinggalan, komitmen sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional menuju Mandiri dan penguatan budaya sekolah aman tanpa perundungan juga dipertajam dalam matriks strategis tersebut.

Pasca-istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan analisis karakteristik satuan pendidikan dan pengorganisasian pembelajaran yang dipandu oleh Eryaningsih, S.Pd. Seluruh guru kemudian bergotong royong menyusun perencanaan pembelajaran bersama narasumber Dra. Nurul Istifadah dan Dita Bachtiar, S.Pd.

Kegiatan workshop ini ditutup menjelang sore hari dengan sesi foto bersama, menandai kesiapan kolektif komite dan pendidik SMPN 8 Probolinggo untuk mengawal implementasi kurikulum baru yang progresif demi masa depan cerah seluruh siswa.

(GAR.Red)